Langsung ke konten utama

TUGAS ARTIKEL Pengaruh Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Siswa

Pengaruh Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Siswa

Dosen Pengampuh: Elza L.L Saragih,SS., M.Hum.

Nama: Okki Helena Saragih

Npm: 22110025

Mata Kuliah: Keterampilan Menulis

 

1.         Tujuan: Untuk memberikan informasi semangat belajar pengaruh variasi metode mengajar guru terhadap minat dan prestasi belajar siswa.

2.         Kerangka:

1. Pendahuluan

1.1  Pengertian Pengaruh Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Dan Prestasi     Belajar Siswa.

1.1.2  Perkembangan Pengaruh Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Dan Prestasi     Belajar Siswa.

1.1.3 Faktor yang Pengaruh Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Dan Prestasi     Belajar Siswa.

1.1.4  Dampak Pengaruh Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Dan Prestasi     Belajar Siswa.

2. Penutup:

2.2.1 Kesimpulan Artikel

 

 

 

 

 

Pengaruh Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Siswa

 

Pendidikan memegang peranan penting dalam usaha untuk mencapai manusia seutuhnya, serta dalam menciptakan manusia-manusia yang berkualitas. Pendidikan juga dipandang sebagai sarana untuk melahirkan insan-insan yang cerdas, kreatif, terampil, bertanggung jawab, produktif dan berbudi pekerti luhur.Pendidikan merupakan usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, dan salah satu usahanya adalah melaui suatu proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha tersebut, guru merupakan sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secara terus menerus. Profesi guru bukan sekedar wahana untuk menyalurkan hobi atau sebagai pekerjaan sambilan, akan tetapi merupakan pekerjaan yang harus ditekuni untuk mewujudkan keahlian profesional secara maksimal. Sebagai tenaga profesional, guru memegang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan program pengajaran di sekolah.

Guru merupakan faktor yang sangat dominan dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Seorang guru tidak hanya berperan sebagai transformator yang baik, tetapi juga dituntut untuk dapat berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan semangat peserta didik dalam belajar, dengan menggunakan berbagai variasi keterampilan mengajar guru yang sesuai serta menunjang pembentukan kompetensi dasar peserta didik yang lebih baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun sikapnya.Guru dituntut untuk dapat bekerja dengan teratur, konsisten dan kreatif dalam menghadapi pekerjaannya. Kemantapan dalam bekerja hendaknya merupakan karakteristik pribadinya, sehingga pola kerja seperti ini dihayati pula oleh siswa sebagai pendidikan.Membentuk pribadi guru yang menyenangkan siswa dalam proses belajar mengajar tidak mudah. Keprofesionalan guru dalam mengajar di kelas masih banyak yang bisa dikatakan kurang bervariasi dalam mengajar. Hal semacam itu bisa terjadi disebabkan salah satunya adalah dalam menangani siswa atau kelas, guru belum bisa mengendalikannya. Apabila dirinci lagi ternyata dalam mengajar itu variasi-variasi guru dalam mengajar masih minim, gaya mengajar yang dilakukannya monoton. Dengan demikian tidak heran jika siswa tidak antusias mengikuti pembelajaran.

Realitas di lapangan, khususnya di Sekolah menengah pertama menunjukkan bahwa belum semua guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan variasi metode mengajar secara maksimal. Artinya hanya sebagian guru yang sudah menggunakan variasi metode saat mengajar, dan masih ada beberapa guru yang belum menggunakan variasi metode saat mengajar. Seorang guru atau pengajar yang efesien hendaknya memperhatikan minat belajar siswanya, apakah siswa berminat atau tidak terhadappelajaran, sebab dengan timbulnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran tentunya akanm mempengaruhi terhadap prestasi siswa, itu sebenarnya tugas guru, guru harus mengetahuinya. Jika ada siswa yang merasa bosan terhadap pelajaran dan malas belajar, itu tugas guru untuk mencari solusinya dan menyelidiki faktor-faktor apa yang menjadi penyebabnya.Banyak faktor yang menyebabkan kebosanan siswa terhadap pelajaran, salah satunya adalah guru, guru yang tanpa menggunakan variasi gaya mengajar, misalnya pada waktu menerangkan materi, guru hanya duduk dikursinya saja dan melihat buku bacaannya, jika ada siswanya bergurau dibiarkan saja, guru hanya memandang kesatu arah atau satu siswa disaat menerangkan, jadi siswa yang lain tidak begitu diperhatikan.

Menurut Zaenal Aqib (2010: 101)“Variasi sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Siswa akan sangat bosan jika guru selalu mengajar dengan cara yang sama”. Dalam hal ini, variasi metode mengajar guru dapat meliputi variasi gaya mengajar guru, variasi dalam penggunaan media dan bahan pengajaran, dan variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Dengan adanya variasi metode mengajar guru ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih terarah dan tercipta dengan baik dan juga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Qonita Alya (2009: 835) mendefinisikan variasi adalah “tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula”. Massofa (2010) mengatakan bahwa “Variasi mengandung makna perbedaan. Dalam kegiatan pembelajaran, pengertian variasi merujuk pada tindakan dan perbuatan guru, yang disengaja ataupun secara spontan, yang dimaksudkan untuk memacu dan mengikat perhatian siswa selama pelajaran berlangsung”. Sedangkan Uzer Usman (dalam Mohammad Sabeni, 2008) mengatakan bahwa “variasi adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid, sehingga dalam situasi belajar mengajar murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi.”

 

2. Perkembangan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan siswa penulis menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa sebesar 77,5% yang dapat di lihat dari nilai R Square yaitusebesai 0.775. Sehingga hal ini dapat dikatakan tinggi dan ini bisa dikatakan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa diantara yang lain. Sedangkan hasil dari pengaruh metode mengajar guru terhadap prestasi siswa sebesar 41% yang dapat di lihat dari nilai R Square yaitu sebesai 0.410., hal ini dinyatakan sedang adanya pengaruh metode mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa, atau bisa dikatakan adanya pengaruh. Dan untuk pengaruh antara minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa sebesar 34.6% yang dapat di lihat dari nilai R Square yaitu sebesai 0.346. Sehingga hal ini dapat dikatakan cukup rendah dan ini bisa dikatakan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa diantara yang lain. Adanya penjelasan di atas dapat diketahui bahwa metode mengajar guru hanya mempengaruhi prestasi hasil belajar siswa sebesar 41%, dan minat belajar siswa hanya mempengaruhi prestasi belajar siswa sebesar 34.6% sedangkan sisanya 24.6% dipengaruhi oleh variable lain.

3. Faktor

1. Faktor internal Ialah faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang berasal dari dalam diri individu. Faktor internal meliputi dua aspek, yakni aspek fisiologis dan aspek psikologis. a. Aspek fisiologis Kondisi fisik individu mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi badan yang menurun, kecacatan anggota atau organ-organ lainnya, misalnya tingkat pendengaran atau penglihatan yang kurang sempurna yang menyebabkan terhambatnya proses penyerapan informasi yang diterima oleh pendidik. b. Aspek psikologis Banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi hasil belajar, namun secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Inteligensi siswa Inteligensi atau kecerdasan menurut Reber (1988, dalam Syah Muhibbin, 2013:148) merupakan kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Tinggi dan rendahnya inteligensi siswa sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Selanjutnya kapasitas inteligensi siswa antara yang satu dengan yang lainnya berbeda, sehingga peran serta guru dalam hal ini sangat diperlukan. Siswa yang mempunyai inteligensi rendah sulit mengikuti pelajaran yang terlalu sukar baginya. Begitu juga dengan siswa yang mempunya inteligensi tinggi, merasa sangat mudah dalam mengikuti pelajaran yang diberikan. Hal tersebut dapat menyebabkan tidak berkembangnya kemampuan yang dimiliki siswa tersebut. Oleh karena itu tindakan guru maupun orangtua yang bijaksana sangat diperlukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menempatkan kelas sesuai dengan kemampuannya yaitu dengan menaikkan atau menurunkan kelas sesuai dengan kemampuannya. Selain itu peserta didik juga dapat dipindahkan ke lembaga pendidikan khusus. 2) Sikap siswa Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan siswa dalam bertindak. Baik dan buruknya sikap siswa Raisul Umam Ghazali AL-Ishlah: Jurnal Pendidikan, Vol 3, No. 1 (2023) Halaman 34-40 38 terhadap guru atau mata pelajaran dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Untuk mengantisipasi sikap siswa yang negatif diperlukan peran aktif guru untuk menunjukkan sikap positif terhadap dirinya sendiri maupun mata pelajaran yang diampunya. 3) Bakat siswa Bakat dapat diartikan kemampuan lebih, yang dimiliki seseorang yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar. Bakat antara satu orang dengan yang lainnya berbeda-beda. Orang yang berbakat dalam bidang tarik suara atau menyanyi, akan jauh lebih mudah dalam menyerap informasi yang berhubungan dengan menyanyi di banding dengan bidang lukis, tari atau yang lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, seorang anak yang dipaksa orangtuanya untuk sekolah pada jurusan keahlian yang tidak sesuai dengan keinginannya, akan berdampak buruk terhadap perkembangan belajar siswa tersebut. 4) Minat siswa Minat merupakan keinginan yang dimiliki oleh individu terhadap sesuatu. Besar kecilnya minat siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar yang diinginkan. Minat yang besar dapat mengantarkan siswa untuk lebih perhatian dan giat dalam belajar. 5) Motivasi siswa Motivasi siswa yang tinggi untuk mencapai prestasi yang diinginkan dapat membangkitkan semangat untuk giat belajar. Hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan belajar siswa.

2. Faktor Eksternal

 a. Lingkungan social Lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa seperti orangtua, para guru, staf administrasi, teman sekelas maupun diluar kelas, masyarakat, dan tetangga. Dari sekian banyak faktor lingkungan sosial yang mempengaruhi hasil belajar tersebut, faktor orangtua lebih dominan mempengaruhi hasil belajar. Lingkungan anak sejak dari kecil lebih banyak dihabiskan dengan orangtua, sehingga perhatian orangtua sangat mempengaruhi hasil belajar anak.

b. Lingkungan nonsosial Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal, alat-alat belajar, cuaca, dan waktu belajar. Kondisi lingkungan yang mendukung dapat menjadi tempat yang nyaman untuk siswa dalam belajar yang nantinya dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

3. Faktor pendekatan belajar Merupakan faktor yang berasal dari proses kegiatan belajar mengajar seperti metode yang digunakan guru, maupun materi yang diterima dalam proses kegiatan belajar mengajar.

1.4 Dampak

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar cukup banyak, dan beberapanya adalah perhatian metode dan minat yang termasuk dalam pendekatan pembelajaran danaspek internal. Dengan demikian analisis penelitian berdasarkan hasil perhitungan dan data olahan SPSS di atas, diperoleh nilai F hitung sebesarmetode-minat(216.889), metode prestasi(43.781), dan ,minat- prestasi (33.303). Sedangkan nilai F tabel untuk α = 0.05 (5%) dengan df1=k-1 df2 n-k dimana nilai k merupakan jumlah kedua variabel, variabel terikat dan bebas. df1= 2-1=1 n= 65 df2= 65-2= 63 di peroleh 3.99 Ini berarti f hitung > f tabel metode terhadap minat (216.889>3.99) maka dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapatnya pengaruh yang signifikan antara Metode Mengajar Guru Terhadap Minat Belajar Siswa.

2. PENUTUP

2.1.1 Kesimpulan

Kesimpulan berdasarkan hasil perhitungan analisis pengaruh metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa. Dapat di simpulkan:

1 Metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa terdapat pengaruh yang dapat di katagorikan tinggi. Dapat disimpulkan semakin bagus metode mengajar guru maka semakin tinggi pula minat belajar siswa.
2 Metode mengajar guru terhadap prestasi siswa terdapat pengaruh yang rendah tetapi bisa di katakan adanya pengaruh. Dapat disimpulkan semakin bagus metode pengajaran guru maka semakin tinggi pula prestasi siswa.

3 Minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa terdapat pengaruh yang rendah tetapi bisa di katakan adanya pengaruh dapat disimpulkan semakin tinggi minat siswa untuk belajar maka semakin tinggi prestasi siswa.

 

 

Komentar